Wednesday, January 31, 2007

OB Offer the Turnpike Batam to Private Sector

Chief of Otorita Batam ( OB), Mustofa Widjaya tell the, government will be continued to the make-up of infrastructure of like roadway, including free road;street making plan resistance ( tol) Batam. Step that as effort improve the service Batam in its bearing, drawing invesment enthusiasm in]Batam.

Batam, word Mustofa, do not compete in local scope or national. But on the contrary have competition to with the external state in Asian carpet is Pacific, or even all nations in world become part of state of is target of invesment. " In consequence of vital importance for us improve our infrastructure," Mustofa, after signing Mou OB-BNI in building SPC, Batam Cetre, yesterday.

plan the toll development, Otorita Batam as lengthening hand center, nowadays offer its execution to private sector. That thing is because governmental in this time not yet owned the financing which is last for accounting defrayal plan the free road;street levying of resistance. " 2007 year this, the plan start we throw to public," sharpness.(source: Batam Pos)

Monday, January 29, 2007

Singapore People Follow the Cleannesss

Many way of which can be to realize the caring to society. Between, performing to cooperate and free medication. This matter also Sai of Study of Grup Batam in Sub-District Tanjungriau, Sunday ( 28 / 1) yesterday by mass event Goro cooperate governmentally is District of Mussel and citizen Tanjungriau.

In this opportunity, Sai of Study Grup also bring its guests from Singapore. Among them there which have profession as medical energy free medication [at] society in Meeting Room Hall Tanjungriau. That Singapore People also the tree cultivation as campaign shares care the environment

Adviser of Sai of Study of Grup Batam, I Wayan Catrayasa explain, [his] side campaign to care the environment the real action. " named [by] This activity of hygiene campaign, its meaning [is] campaign care the environment. Each month we perform the social activity," word of Secretary of Communications Forum of]Between People Believe in the ( this FKUB) Batam, in between the event

Sub-Regency chief Mussel, Zulhelmi tell, his side very glad the existence of this event goro. Because, hygiene program do not only governmental obligation of saja."Kebetulan Sai bring its guests from Singapore. Become do not only just just goro, but there is also free medication. We support the event of like this," he said

Besides social activity, he/she said, Sai formed in]Batam 26 March 2006 then have also had the Sai Seva Centre which its office in SP Public square, Batuaji. Its Activity is human value or give the perlajaran of ethic kindness [of] [at] children. " This iscross religion, become the just Hindu Do not be, but there [is] also other religion and moslem," he/she said. (source: Batam Pos)


Warga Singapura Ikut Bersih-bersih


BATAM _ Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat. Diantaranya, menggelar gotong-royong dan pengobatan gratis. Hal ini juga yang dilakukan Sai Studi Grup Batam di Kelurahan Tanjungriau, Ahad (28/1) kemarin.

Acara goro massal dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan Sekupang dan warga Tanjungriau. Dalam kesempatan ini, Sai Studi Grup juga membawa tamu-tamunya dari Singapura. Di antara mereka ada yang berprofesi sebagai tenaga medis yang melakukan pengobatan gratis pada masyarakat di Balai Pertemuan Tanjungriau. Orang Singapura itu juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian kampanye peduli lingkungan.

Penasehat Sai Studi Grup Batam, I Wayan Catrayasa menjelaskan, pihaknya mengkampanyekan peduli lingkungan melalui aksi nyata. "Kegiatan kali ini dinamakan hygiene campaign, artinya kampanye peduli lingkungan. Setiap bulan kami menggelar kegiatan sosial," kata Sekretaris Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Batam ini, di sela-sela acara.

Camat Sekupang, Zulhelmi mengatakan, pihaknya senang sekali adanya acara goro ini. Sebab, program kebersihan tak hanya kewajiban pemerintah saja."Kebetulan Sai membawa tamu-tamunya dari Singapura. Jadi tak hanya goro saja, tapi ada juga pengobatan gratis. Kita mendukung acara-acara seperti ini," ujarnya.

Selain kegiatan sosial, katanya, Sai yang terbentuk di Batam 26 Maret 2006 lalu juga telah mempunyai Sai Seva Centre yang kantornya di SP Plaza, Batuaji. Kegiatannya adalah human value atau memberikan perlajaran budi pekerti pada anak-anak. "Ini lintas agama, jadi tak Hindu saja, tapi ada juga muslim dan agama lain," katanya. (source: Batam Pos)

Friday, January 26, 2007

Batam Proposed To Become The Tera Town

Meeting of Society Tuition ( Bimas) of Christian Se-Indonesia, Thursday ( 25 / 1) yesterday performed in Hotel Novotel, Batam. The Meeting opened by Governor Kepri, Ismeth Abdullah.

Attend in meeting of Bimas of that Christian se Indonesia, Director General Departmental Bimas Christian of Religion of Jason Lasse. In its oration, Director General of Bimas of Christian Depag express will propose to Minister of Religious affairs, to make Batam as peaceful town and kondusif. Although [in] Batam have the religion composition which not far differ.

" I will propose to Minister of Religious affairs, that Batam represent the town of tera and terkondusif, though society consisted of immeasurable of religion," express nya

As respect of that happy opportunity, Director General of Religion also pin to the ulos to Ismeth Abdullah, after opening meeting of consultancy of functionary of Bimas Christian Center and Adera year 2007 se Indonesia [in] Novotel Batam, 25-27 January

In this opportunity [is] Ismeth Abdullah submit the importance of mutually understanding feel to increase brotherhood between people believe in in Indonesia. Especially in Batam and Kepri which composition its religion [do] not differ far. Make-Up of this brotherhood its nucleus;core go to to development of Indonesia society as intact as specially Kepri. ( source: Batam Pos)

Batam Diusulkan Jadi Kota Teraman

Pertemuan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Se-Indonesia, Kamis (25/1) kemarin digelar di Hotel Novotel, Batam. Pertemuan tersebut dibuka Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah.
Hadir dalam rapat Bimas Kristen se Indonesia itu, Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Jason Lasse. Dalam pidatonya, Dirjen Bimas Kristen Depag menyatakan akan mengusulkan kepada Menteri Agama, untuk menjadikan Batam sebagai kota yang aman dan kondusif. Walaupun di Batam mempunyai komposisi agama yang tidak jauh berbeda.

”Saya akan mengusulkan ke Menteri Agama, bahwa Batam merupakan kota teraman dan terkondusif, meskipun masyarakat terdiri dari beragam agama,” ungkapnya.

Sebagai penghormatan pada kesempatan bahagia itu, Dirjen Agama juga menyematkan ulos kepada Ismeth Abdullah, usai membuka rapat konsultasi pejabat Bimas Kristen Pusat dan Adera tahun 2007 se Indonesia di Novotel Batam, 25-27 Januari.

Dalam kesempatan ini Ismeth Abdullah menyampaikan perlunya saling tenggang rasa untuk meningkatkan persaudaraan antar umat beragama di Indonesia. Terutama di Batam dan Kepri yang komposisi antara agamanya tidak berbeda jauh. Peningkatan persaudaraan ini pada intinya menuju kepada pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya khususnya Kepri. (sumber: Batam Pos)

Thursday, January 25, 2007

Member PKS Return The Money

Batam- Chief of Board Of Directors Area ( Secure And Prosperous DPD) Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) of Town Batam, Ricky Indrakari tell, all Secure and prosperous Justice Faction member [in] DPRD Batam have delivered the fund of rapel of subsidy of communications and operational to bursar of DPD PKS Batam. For that, made [by] a special account [is] which its fund [is] takkan used [by] before there [is] rule of law [of] about Governmental Regulation ( PP) Number 37 Year 2006

" Friend altogether have returned. According to instruction of DPP PKS, this fund [is] direct later [is] altogether delivered [at] society. We await the existence of rule of law [of] PP 37 the," word Ricky, Monday ( 23 / 1)

confessing do not knock by heart full scale [of] delivered money
Word Ricky, [his] side intend do not use the the fund because felt concerned about [by] fund rapel can be reinstated to government. " From where its fund [is] we look for. Temporarily social activity which we [do/conduct] its fund from party cash," ujarnya.(Sumber: Batam Pos)


Anggota PKS Kembalikan Duit

Batam- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Batam, Ricky Indrakari mengatakan, semua anggota Fraksi Keadilan Sejahtera di DPRD Batam sudah menyerahkan dana rapel tunjangan komunikasi dan operasional ke bendahara DPD PKS Batam. Untuk itu, dibuatkan rekening khusus yang dananya takkan digunakan sebelum ada kepastian hukum tentang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2006.
”Teman-teman semuanya sudah mengembalikan. Sesuai arahan DPP PKS, dana ini nantinya langsung semuanya diserahkan pada masyarakat. Kita menunggu adanya kepastian hukum PP 37 tersebut,” kata Ricky, Senin (23/1) yang mengaku tak hapal jumlah total uang yang diserahkan.

Kata Ricky, pihaknya sengaja tak menggunakan dana tersebut karena dikhawatirkan dana rapel bisa dikembalikan lagi ke pemerintah. “Dari mana dananya kita carikan. Untuk sementara kegiatan sosial yang kami lakukan dananya dari kas partai,” ujarnya.(Sumber: Batam Pos)

From Bintan Relokasi of Effort to Vietnam

From Bintan Relokasi of Effort to Vietnam

Bintan-Belum of existence of guarantee rule of law from government, to support the invesment, making some company in area of Bintan Industrial Estate ( BIE) Lobam, ancang-ancang move to Vietnam. Even, in this, one the company garmen in the area, will close
" Ascertained by a the company of relokasi invesment to Vietnam," say the Secure And Prosperous chief I Labour Union of Indonesia ( SBSI) Bintan, Iskandar to Batam Pos, Tuesday ( 24 / 1).

Mengenai corporate name to merelokasikan invesment to this Vietnam, Iskandar do not willing to explain. Though he sure the company in this month;moon is ascertained will close its operational in area of BIE Lobam
Explained, this company now leav at the post to finish a period of/to contract matter of employees as well as is finishing PHK to worker remain to. Previous company, have offered 1 times fee rule, to which wish to retire. But, employees a lot refuse the
Iskandar mention, besides this company, three other company ready to merelokasikan invesment to Vietnam. They enter in waiting list, the, each two company garmen and one electronic company. " In this year, third the company will abstract to Vietnam," express the Iskandar.(Sumber: Batam Pos)


Dari Bintan Relokasi Usaha ke Vietnam

Bintan-Belum adanya jaminan kepastian hukum dari pemerintah, untuk mendukung investasi, membuat beberapa perusahaan di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Lobam, ancang-ancang pindah ke Vietnam. Bahkan, pada bulan ini, salah satu perusahaan garmen di kawasan tersebut, bakal tutup.
"Dipastikan perusahaan tersebut akan relokasi investasi ke Vietnam," ujar ketua I Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bintan, Iskandar kepada Batam Pos, Selasa (24/1).Mengenai nama perusahaan yang akan merelokasikan investasi ke Vietnam ini, Iskandar tak mau menjelaskan. Meskipun ia yakin perusahaan tersebut dalam bulan ini dipastikan akan menutup operasionalnya di kawasan BIE Lobam.
Dijelaskan, perusahaan ini sekarang tinggal menunggu menghabiskan masa kontrakan karyawan dan juga tengah menyelesaikan PHK bagi pekerja tetap. Perusahaan sebelumnya, telah menawarkan 1 kali ketentuan upah, bagi yang ingin mengundurkan diri. Namun, karyawan banyak yang menolak.
Iskandar menyebutkan, selain perusahaan ini, tiga perusahaan lainnya siap merelokasikan investasi ke Vietnam. Mereka yang sudah masuk dalam waiting list, tersebut, masing-masing dua perusahaan garmen dan satu perusahaan elektronik. "Dalam tahun ini, ketiga perusahaan tersebut akan cabut ke Vietnam," ungkap Iskandar.(sumber: Batam Pos)

Proven Citizen Malaysia Kill

Judge Ceremony adjudg the Krisna Kumar Raghavan ( 29), WN Malaysia, defendant of murderer of Leni Martini Agustari in Housing of Orchid Park of Block C 1 No 22, Batam Center at 8 January 2006 then with the crime serve a sentence during 14 year of conference performed by PN Batam, Wednesday ( 24 / 1).

This conference attended ] the Raghavan father contain the defendant, reside in
in PN Batam of since at 10.00 WIB. Conference led by judge of Wisnu Wicaksono and assisted by Sutarmo And Haruno. While defendant consorted by PH-NYA Bambang Yulianto Adjudg dropped judge ] equal to demand JPU conference previously, requesting [so that/ to be] judge ceremony adjudging defendant with the crime serve a sentence to dive 14 year
Before reading off putusannnya of judge ceremony particularly
ahead lay open the fact fact expressed in
conference

According to Ceremony, section 340 assertion of primary JPU [of] about
previous pogrom asserted to unprovable defendant. This matter visible from grace period
start of murder execution is not long as well as evidence. And again victim death non caused by keen object.


Warga Negara Malaysia Terbukti Membunuh

Majelis Hakim memvonis Krisna Kumar Raghavan ( 29),
WN Malaysia, terdakwa pembunuh Leni Martini Agustari di
Perumahan Orchid Park Blok C 1 No 22, Batam Center pada 8
Januari 2006 lalu dengan pidana penjara selama 14 tahun pada
sidang yang digelar oleh PN Batam, Rabu (24/1). Persidangan ini
dihadiri Raghavan ayah kandung terdakwa, yang sudah berada
di PN Batam sejak pukul 10.00 WIB.

Sidang dipimpin oleh hakim Wisnu Wicaksono dan dibantu oleh
Sutarmo dan Haruno. Sedangkan terdakwa didampingi oleh
PH-nya Bambang Yulianto.

Vonis yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan JPU pada
persidangan sebelumnya, memohon agar majelis hakim
memvonis terdakwa dengan pidana penjara selam 14 tahun.
Sebelum membacakan putusannnya majelis hakim terlebih
dahulu mengungkapkan fakta fakta yang terungkap dalam
persidangan.

Menurut Majelis, pasal 340 dakwaan primer JPU tentang
pembunuhan berencana yang sebelumnya didakwakan kepada
terdakwa tidak terbukti. Hal ini dapat dilihat dari tenggang waktu
permulaan pelaksanaan pembunuhan tidak panjang dan juga
tidak cukup bukti. Dan lagi kematian korban bukan disebabkan
oleh benda tajam.(sumber:batamtoday)

Wednesday, January 24, 2007

2010 Free Batam of Floods

Batam- Three year forwards or in the year 2010 coming, Batam will be free of floods. To realize the the goals, in three year successively Otorita Batam budget the fund of equal to Rp 12 milliard of per year. The fund will be exploited for the development of and repair of drainage or aqueduct [in] a number of dot take the air the artery

" Every year four drainage done. Estimated by dua-tiga year forwards free Batam of floods," word of Ir Wayan Subawa, Director of Development of Otorita Batam ( OB), to journalist, Tuesday ( 23 / 1)

the Effort OB represent answers to sigh of a number of investor and also society [in] various housing which have never missed from floods that happened per annum. As griped by John Sulistijawan, General Manager Batamindo Industrial Firmament ( industrial BIC) area Organizer of]Batamindo ( KIB ).

According to John, existing development in this time do not look into forwards so that other problem and floods emerge without can be controlled. area of Forest and diffusion area irrigate continued to decrease from year to year because changing over function and as a result incoming rainwater cannot be accomodated by drainage which it is true very small. In some place even [there] no drainage so that direct water to roadway.(Sumber: Tribun Batam)

2010 Batam Bebas Banjir
Batam- Tiga tahun ke depan atau pada tahun 2010 mendatang, Batam akan bebas banjir. Untuk mewujudkan target tersebut, dalam tiga tahun berturut-turut Otorita Batam menganggarkan dana sebesar Rp 12 miliar per tahun. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan drainase atau saluran air di sejumlah titik jalan-jalan arteri.
"Setiap tahun empat drainase dikerjakan. Diperkirakan dua-tiga tahun ke depan Batam bebas banjir," kata Ir Wayan Subawa, Direktur Pembangunan Otorita Batam (OB), kepada wartawan, Selasa (23/1).

Upaya OB tersebut merupakan jawaban atas keluhan sejumlah investor maupun masyarakat di berbagai perumahan yang tak pernah luput dari banjir yang terjadi tiap tahun. Sebagaimana dikeluhkan oleh John Sulistijawan, General Manager Batamindo Industrial Cakrawala (BIC) pengelola kawasan industri Batamindo (KIB).

Menurut John, pembangunan yang ada saat ini tidak memandang ke depan sehingga banjir dan persoalan lainnya muncul tanpa bisa dikendalikan. Kawasan hutan dan daerah resapan air terus berkurang dari tahun ke tahun karena beralih fungsi dan akibatnya air hujan yang datang tak bisa tertampung oleh drainase yang memang sangat kecil. Di beberapa tempat bahkan tidak ada drainase sehingga air langsung ke jalan raya.(sumber: Tribun Batam)