Wednesday, January 24, 2007

2010 Free Batam of Floods

Batam- Three year forwards or in the year 2010 coming, Batam will be free of floods. To realize the the goals, in three year successively Otorita Batam budget the fund of equal to Rp 12 milliard of per year. The fund will be exploited for the development of and repair of drainage or aqueduct [in] a number of dot take the air the artery

" Every year four drainage done. Estimated by dua-tiga year forwards free Batam of floods," word of Ir Wayan Subawa, Director of Development of Otorita Batam ( OB), to journalist, Tuesday ( 23 / 1)

the Effort OB represent answers to sigh of a number of investor and also society [in] various housing which have never missed from floods that happened per annum. As griped by John Sulistijawan, General Manager Batamindo Industrial Firmament ( industrial BIC) area Organizer of]Batamindo ( KIB ).

According to John, existing development in this time do not look into forwards so that other problem and floods emerge without can be controlled. area of Forest and diffusion area irrigate continued to decrease from year to year because changing over function and as a result incoming rainwater cannot be accomodated by drainage which it is true very small. In some place even [there] no drainage so that direct water to roadway.(Sumber: Tribun Batam)

2010 Batam Bebas Banjir
Batam- Tiga tahun ke depan atau pada tahun 2010 mendatang, Batam akan bebas banjir. Untuk mewujudkan target tersebut, dalam tiga tahun berturut-turut Otorita Batam menganggarkan dana sebesar Rp 12 miliar per tahun. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan drainase atau saluran air di sejumlah titik jalan-jalan arteri.
"Setiap tahun empat drainase dikerjakan. Diperkirakan dua-tiga tahun ke depan Batam bebas banjir," kata Ir Wayan Subawa, Direktur Pembangunan Otorita Batam (OB), kepada wartawan, Selasa (23/1).

Upaya OB tersebut merupakan jawaban atas keluhan sejumlah investor maupun masyarakat di berbagai perumahan yang tak pernah luput dari banjir yang terjadi tiap tahun. Sebagaimana dikeluhkan oleh John Sulistijawan, General Manager Batamindo Industrial Cakrawala (BIC) pengelola kawasan industri Batamindo (KIB).

Menurut John, pembangunan yang ada saat ini tidak memandang ke depan sehingga banjir dan persoalan lainnya muncul tanpa bisa dikendalikan. Kawasan hutan dan daerah resapan air terus berkurang dari tahun ke tahun karena beralih fungsi dan akibatnya air hujan yang datang tak bisa tertampung oleh drainase yang memang sangat kecil. Di beberapa tempat bahkan tidak ada drainase sehingga air langsung ke jalan raya.(sumber: Tribun Batam)

No comments: