From Bintan Relokasi of Effort to Vietnam
Bintan-Belum of existence of guarantee rule of law from government, to support the invesment, making some company in area of Bintan Industrial Estate ( BIE) Lobam, ancang-ancang move to Vietnam. Even, in this, one the company garmen in the area, will close
" Ascertained by a the company of relokasi invesment to Vietnam," say the Secure And Prosperous chief I Labour Union of Indonesia ( SBSI) Bintan, Iskandar to Batam Pos, Tuesday ( 24 / 1).
Mengenai corporate name to merelokasikan invesment to this Vietnam, Iskandar do not willing to explain. Though he sure the company in this month;moon is ascertained will close its operational in area of BIE Lobam
Explained, this company now leav at the post to finish a period of/to contract matter of employees as well as is finishing PHK to worker remain to. Previous company, have offered 1 times fee rule, to which wish to retire. But, employees a lot refuse the
Iskandar mention, besides this company, three other company ready to merelokasikan invesment to Vietnam. They enter in waiting list, the, each two company garmen and one electronic company. " In this year, third the company will abstract to Vietnam," express the Iskandar.(Sumber: Batam Pos)
Dari Bintan Relokasi Usaha ke Vietnam
Bintan-Belum adanya jaminan kepastian hukum dari pemerintah, untuk mendukung investasi, membuat beberapa perusahaan di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Lobam, ancang-ancang pindah ke Vietnam. Bahkan, pada bulan ini, salah satu perusahaan garmen di kawasan tersebut, bakal tutup.
"Dipastikan perusahaan tersebut akan relokasi investasi ke Vietnam," ujar ketua I Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bintan, Iskandar kepada Batam Pos, Selasa (24/1).Mengenai nama perusahaan yang akan merelokasikan investasi ke Vietnam ini, Iskandar tak mau menjelaskan. Meskipun ia yakin perusahaan tersebut dalam bulan ini dipastikan akan menutup operasionalnya di kawasan BIE Lobam.
Dijelaskan, perusahaan ini sekarang tinggal menunggu menghabiskan masa kontrakan karyawan dan juga tengah menyelesaikan PHK bagi pekerja tetap. Perusahaan sebelumnya, telah menawarkan 1 kali ketentuan upah, bagi yang ingin mengundurkan diri. Namun, karyawan banyak yang menolak.
Iskandar menyebutkan, selain perusahaan ini, tiga perusahaan lainnya siap merelokasikan investasi ke Vietnam. Mereka yang sudah masuk dalam waiting list, tersebut, masing-masing dua perusahaan garmen dan satu perusahaan elektronik. "Dalam tahun ini, ketiga perusahaan tersebut akan cabut ke Vietnam," ungkap Iskandar.(sumber: Batam Pos)
Thursday, January 25, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment